Berpulang Prof Salim Said, Tokoh Pers dan Perfileman Indonesia, Pelayat ada Prabowo hingga Anies Berjejer di Rumah Duka

Jakarta – Dari RSCM, jasad almarhum langsung dibawa ke rumah duka, yaitu kediamannya di Jalan Redaksi No. 149 di Kompleks PWI, Cipinang, Jakarta, pada Sabtu 22.30 WIB. Para pelayat tak berhenti datang ke kediaman almarhum untuk menyampaikan langsung ucapan duka dan shalat jenazah.

Minggu (19/5/2024), beberapa karangan bunga yang ditempatkan berjejer di depan dan samping kediaman almarhum per Minggu pukul 01.00 WIB, di antaranya dari Menteri Pertahanan/Presiden Terpilih Prabowo Subianto, Anies Baswedan, Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti, politikus Partai Golkar Airin Rachmi Diany, serta aktivis HAM/co-founder Setara Institute Hendardi.

Karangan bunga berjejer di rumah duka Salim Said di Kompleks PWI, Cipinang, Jakarta. Karangan bunga itu dikirimkan dari presiden terpilih Prabowo Subianto hingga Eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai tanda berduka atas wafatnya almarhum Prof. Salim Said.

Selain itu, ada pula karangan bunga dari Direktur Kerja Sama Internasional Pertahanan Kemhan RI Brigjen TNI Steve Parengkuan, Duta Besar RI untuk Jepang Heri Akhmadi dan Keluarga Besar KBRI Tokyo, Kepala Staf Kodam (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI Budi Irawan, Deddy Mizwar, Duta Besar RI untuk Thailand Rachmat Budiman dan Keluarga Besar KBRI Bangkok, kemudian ada juga dari Badan Nasional Kebudayaan Pusat PDI Perjuangan, Forum Pemimpin Redaksi Indonesia, Program Studi Kajian Ketahanan Nasional Universitas Indonesia, dan Keluarga Besar Panji Masyarakat.

Prof. Salim Said, yang semasa hidupnya merupakan tokoh pers dan perfilman Indonesia, akademisi, cendekiawan, duta besar RI, anggota MPR, penulis buku dan pengamat militer. Salim Said wafat pada usianya ke-80 tahun di RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta, pada Sabtu malam pukul 19.33 WIB.

Pihak keluarga, yang diwakili keponakannya, Zacky Riyadi, menyebut almarhum sebelumnya telah sakit dan beberapa kali masuk ICU.

Sebagian besar para pelayat merupakan anggota keluarga, tetangga, sejawat, dan kerabat dekat. Para pelayat mulai berhenti datang pada Minggu pukul 01.17 WIB.

“Kami mempersilakan siapa pun yang mau melayat, mendoakan beliau. Kami terbuka untuk bisa menerima para pelayat,” kata perwakilan keluarga yang merupakan ponakan almarhum.

Walaupun demikian, pihak keluarga mempersilakan siapa pun datang melayat ke rumah duka sampai Minggu siang, karena sekitar pukul 12.00 WIB, jenazah bakal dibawa ke masjid dekat kediaman, kemudian ke TPU Tanah Kusir di Jakarta Selatan untuk dimakamkan.

Tinggalkan Balasan