Frustasi Saat Perang, Rencana Jahat Israel Hendak Banjiri Terowongan Militan Hamas di Gaza

Frustasi Saat Perang, Rencana Jahat Israel Hendak Banjiri Terowongan Militan Hamas di Gaza
4466?subId1=24e&subId2=lwd&subId3=fus&partnerpropertyid=3906348
Jakarta – Informasi itu disampaikan oleh media terkemuka Wall Street Journal (WSJ) yang mengutip sejumlah pejabat AS, yang tidak bisa disebut namanya, dalam laporan terbaru yang dirilis pada Senin (4/12) waktu setempat. Zionis Israel sedang berusaha untuk mengalahkan kelompok militan Hamas di Gaza, Palestina. Mereka berniat untuk membanjiri terowongan-terowongan milik Hamas di Gaza dengan air laut.

 

Dilansir Al Arabiya dan Reuters, Selasa (5/12/2023), Tel Aviv disebut telah membangun sistem pompa besar yang bisa digunakan untuk membanjiri terowongan bawah tanah. Dengan cara itu, mereka berharap militan Hamas keluar dari persembunyian.

Menurut laporan WSJ, militer Israel pada pertengahan November lalu, telah menyelesaikan pembangunan setidaknya lima sistem pompa yang berjarak sekitar satu mil, atau setara 1,6 kilometer, di sebelah utara kamp pengungsi Al-Shati di Jalur Gaza.

Sistem pompa itu disebut mampu mengalirkan ribuan meter kubik air per jam, dan menurut laporan WSJ, bisa membanjiri terowongan bawah tanah Hamas dalam hitungan minggu.

Tidak diketahui jelas apakah Israel akan mempertimbangkan untuk menggunakan sistem pompa tersebut sebelum semua sandera yang ditahan di Jalur Gaza dibebaskan. Seperti diketahui, Hamas menyembunyikan para sandera di ‘tempat-tempat dan terowongan yang aman’.

Reuters tidak bisa memverifikasi laporan WSJ ini secara independen.

Ketika dimintai komentar soal laporan WSJ tersebut, seorang pejabat AS yang tidak disebut namanya menyebut masuk akal bagi Israel untuk membuat terowongan bawah tanah tidak bisa dioperasikan, dan menyatakan Tel Aviv sedang menjajaki berbagai cara untuk melakukan hal tersebut.

Belum ada tanggapan resmi dari Kementerian Pertahanan Israel atas laporan WSJ itu.

Sementara itu, menurut laporan WSJ, seorang pejabat Angkatan Bersenjata Israel (IDF) menolak berkomentar soal rencana membanjiri terowongan Hamas. Namun pejabat yang sama mengatakan bahwa militer AS menggunakan berbagai cara untuk melemahkan kemampuan teror Hamas.

“IDF sedang beroperasi untuk melumpuhkan kemampuan teror Hamas dengan berbagai cara, menggunakan alat militer dan teknologi yang berbeda,” ucap pejabat IDF yang dikutip WSJ dalam laporannya.

Berdasarkan laporan WSJ, Israel pertama kali memberitahu AS soal opsi itu bulan lalu. Namun tidak diketahui seberapa besar kemungkinan pemerintahan Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu dalam melaksanakan rencana tersebut.

Namun ditegaskan oleh para pejabat AS, yang dikutip WSJ dalam laporannya, bahwa Israel sejauh ini belum mengambil keputusan akhir untuk melanjutkan atau mengesampingkan rencana membanjiri terowongan Hamas di Jalur Gaza.

Tinggalkan Balasan