Satu Lagi Proyek Trial & Error Pemerintah Yang Gagal: Kata Anies, Food Estate Libatkan Korporasi Ketimbang Petani

Satu Lagi Proyek Trial & Error Pemerintah Yang Gagal: Kata Anies, Food Estate Libatkan Korporasi Ketimbang Petani
4466?subId1=24e&subId2=lwd&subId3=fus&partnerpropertyid=3906348

24enews, Jakarta – Sebelumnya, pemerintah Indonesia telah menjalankan program lumbung pangan alias food estate sebagai program Strategis Nasional (Stranas) 2020-2024 untuk menjaga ketahanan pangan dalam negeri. Namun program ini disebut mengalami kegagalan mencapai targetnya.

Di sisi lain, Anies menyebut, dengan contrack farming, pemerintah justru melakukan intensifikasi terhadap aktivitas petani. Di mana sistemnya pertanian warga dijadikan mitra instansi pemerintahan.

“Pertanian yang sekarang ada itu dijadikan sebagai mitra bisa Badam Usaha Milik Daersh (BUMD), bisa Badan Usaha Milik Negara (BUMN),” kata dia.

Anies tak hanya membuka opsi pertanian warga bermitra dengan instansi pemerintah. Ia mengatakan pertanian warga bisa juga terlibat dengan swasta. “Bisa swasta, tapi pemerintah mempersiapkan regulasinya,” kata dia.

“Melakukan food estate maka dana kita itu diberikan ke tempat yang baru ke tempat yang dikelola oleh koorporasi,” kata Anies saat berkampanye di Pangalengan, Jawa Barat, Rabu, 29 November 2023.

Calon Presiden nomor urut satu Anies Baswedan mengatakan pembukaan food estate lebih melibatkan korporasi ketimbang petani. Ketimbang food estate, Anies menilai contract farming dalam program ketahanan pangan.

Dalam skema yang ditawarkan Anies ini, hasil pertanian warga bisa langsung tersalur ke pangsanya.

“Memungkinkan produk pertanian mereka itu langsung bisa diambil oleh masyarakat yang bisa membutuhkan lewat badan-badan usaha itu,” katanya.

Anies mengklaim skema contract farming lebih berkeadilan. Di mana contract framing tidak meredupkan pertanian lokal, justru memanfaatkan sumber daya pertanian yang sudah ada sejak lama.

Tinggalkan Balasan