Disampaikan Melalui Kedubes Iran, Presiden Ebrahim Raisi, Wafat 2 Hari Sebelum ke Indonesia

24enews.com, Jakarta – Presiden Raisi, menteri luar negeri dan seluruh penumpang dalam helikopter naas itu tewas dalam kecelakaan,” kata pejabat tinggi di Pemerintah Iran yang tidak mau mempublikasikan identitasnya.

Kematian Presiden Raisi kemudian dikonfirmasi oleh Wakil Presiden Iran Mohsen Mansouri di status media sosialnya. Televisi milik Pemerintah Iran tak lama membenarkan kejadian ini dengan menampilkan gambar-gambar dari TKP yang menampilkan bagaimana helikopter yang ditumpangi para pejabat tinggi Iran menabrak sebuah pucuk gunung. 

Sampai berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi resmi apa penyebab kecelakaan ini terjadi. Kantor berita IRNA menulis Raisi terbang menggunakan helikopter Bell 212 buatan Amerika Serikat.

Presiden Iran Ebrahim Raisi pada Senin, 20 Mei 2024, terkonfirmasi tewas dalam kecelakaan helikopter di daerah pegunungan dekat perbatasan Azerbaijan. Semasa hidupnya, Raisi dipandang sebagai sosok yang dijagokan untuk menggantikan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Media milik pemerintah Iran dan sumber resmi mengizinkan musikbah ini. Rekaman helikopter yang jatuh pada Ahad, 19 Mei 2024, ditemukan pada Senin pagi, 20 Mei 2024. Selain Presiden Ebrahim Raisi, gugur pula dalam musibah itu Menteri Luar Negeri Iran Hossein Amir Adollahian. 

Sikap Republik Indonesia terhadap tewasnya Presiden Iran dan rombongan juga disampaikan melalui surat pernyataan pers Kedutaan Besar Republik Islam Iran pada Selasa 21 Mei 2024.  

Melalui surat pernyataan tersebut Kedutaan Besar Republik Islam Iran di Indonesia turut menyampaikan duka cita yang mendalam. Selain itu turut disampaikan beberapa hal penting. 

1. Singgung Soal Rencana Kunjungan Raisi pada  23-24 Mei 2024.
Dalam surat pernyataan pers tersebut Kedutaan Republik Islam Iran di Indonesia juga menyinggung soal peringatan kunjungan Presiden Raisi Iran ke Indonesia yaitu pada tanggal 23-24 Mei 2023. 

Seperti narasi yang tertulis di dalam surat pernyataan pers, “Peristiwa menyedihkan ini terjadi di saat hanya tinggal dua hari lagi menjelang peringatan kunjungan Presiden Raisi Iran ke Indonesia yaitu pada tanggal 23-24 Mei 2023; Sebuah perjalanan yang dianggap sebagai titik bersejarah perkembangan lebih lanjut hubungan antara dua negara besar Islam Iran dan Indonesia. Dalam kunjungan ini, telah ditandatangani 10 nota kesepahaman yang sebagian besar sedang dilaksanakan dan sebagian lagi sedang dalam tahap koordinasi.”

2. Iran Tetap Menjaga Kesatuan dalam Menjalankan Pemerintahan.
Melalui surat ini Kedutaan Republik Islam Iran berharap berita duka jatuhnya helikopter Presiden Iran beserta rombongan tidak mengganggu pemerintahan Iran.

“Meskipun besarnya bencana yang menimpa bangsa dan pemerintahan Republik Islam Iran, kesyahidan presiden dan menteri luar negeri Republik Islam Iran tidak akan mengganggu roda pemerintahan; melainkan hal ini akan menjadi faktor pemersatu semua pihak dan arus internal untuk lebih memperkuat fondasi Republik Islam Iran,” tulis keterangan di dalam surat.

3. Minta Iran Tetap Dukung Palestina.
Dalam surat tersebut pihak Kedutaan juga meminta kepada Presiden Iran sementara, Mohammad Mokhbar tetap melanjutkan hubungan baik dengan Palestina seperti yang dilakukan pada masa Ayatollah Sayed Raisi. 

“Meskipun peran Ayatollah Seyed Raisi selaku presiden dan Dr. Amir Abdollahian sebagai Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran sangat sentral dalam memperkuat poros perlawanan dan mendukung rakyat Palestina yang tertindas, khususnya selama delapan bulan yang lalu; Namun dengan kesyahidan kedua pejabat Iran ini, maka tidak akan ada perubahan posisi fundamental Republik Islam Iran dalam hal mendukung Palestina.” 

Presiden Iran Ebrahim Raisi mengunjungi Indonesia pada tahun lalu. Hampir genap satu tahun sebelum dia dinyatakan meninggal dunia pada Senin, 20 April 2024, karena kecelakaan helikopter di dekat perbatasan Iran-Azerbaijan.

Raisi berkunjung ke Indonesia pada Selasa hingga Rabu, 23-24 Mei 2023, untuk memenuhi undangan dari Presiden RI Joko Widodo. Para pemimpin bertemu di Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa, 23 Mei 2023, untuk menjajaki peningkatan kerja sama bilateral Pertemuan Ebrahim Raisi dan Jokowi Indonesia menghasilkan 10 dokumen kerja sama, mulai dari perluasan akses perdagangan hingga komitmen pemberantasan narkoba.

Indonesia dan Iran menandatangani Preferential Trade Agreement (PTA). Kesepahaman ini memungkinkan kedua negara mengamankan atau meningkatkan akses pasarnya.

4. Dubes Iran Undang Doa dan Tahlilan.
Dubes Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengundang masyarakat Indonesia untuk menghadiri acara doa dan tahlilan serta mengenang almarhum Presiden Iran Ebrahim Raisi dan Menlu Iran Amir Abdollahian. Acara dilakukan  Rabu, 22 Mei 2024 pukul 18.30 hingga 21.00 di Kediaman Duta Besar Iran, Menteng, Jakarta Pusat.

Tinggalkan Balasan