Anies-Muhaimin di Daerah: Makna Bambu Menjadi Simbol Perubahaan dan Kesetaraan

Anies-Muhaimin di Daerah: Makna Bambu Menjadi Simbol Perubahaan dan Kesetaraan
4466?subId1=24e&subId2=lwd&subId3=fus&partnerpropertyid=3906348

Pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (AMIN) di Jember, Jawa Timur, Minggu (29/10/2023).

Jakarta – Masyarakat di daerah kembali membudayakan alat komunikasi tradisional kentungan bambu.

Kentungan bambu ini m emiliki fungsi menyebarkan informasi kebencanaan dengan kearifan lokal.

Selain itu, kentungan bambu juga erat dengan pesan yang ingin disampaikan secara luas kepada masyarakat.

Seperti yang dilakukan warga Kampung Sindangsono, Desa Sukamanah, Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.

Mereka serempak membunyikan kentungan sebagai simbol dimulainya gerakan perubahan.

Bunyi kentungan memiliki makna, seperti ketukan lima sampai tujuh kali berarti saat Pilkada DKI Jakarta, Anies meraih suara 57 persen.

“Makanya alat ini menjadi simbol perubahaan,” ujar Untoro Hariadi, Ketua Majelis Nasional Sekretariat Kolaborasi Indonesia (SKI) dalam keterangannya, Selasa (7/11).

Dia mengatakan bahwa kentungan bambu saat ini sudah menjadi gerakan nasional para pendukung pasangan Anies-Muhaimin.

Tinggalkan Balasan